Selamat Datang di
Otak Aik Bumbang
Menyusuri Warisan Budaya Desa Jurit
Menyusuri Warisan Budaya Desa Jurit
Kawasan sekitar mata air ini merupakan satu entitas kebudayaan karena memiliki unsur-unsur budaya yang telah disepakati bersama.
Tradisi lisan adalah pesan yang disampaikan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya yang dapat digunakan sebagai sumber sejarah berupa cerita rakyat, rapalan, dan lagu.
Sebagai entitas budaya, penduduk setempat memiliki tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun hingga hari ini...
Semua alat gending dimandikan secara ritual di sumber Mata aik Bumbang. Dimaksudkan agar kesenian ini bersatu dengan aik dan dicintai generasi penerus agar tidak punah.
Diceritakan bahwa para nenek moyang dahulu konon mendengar suara menggelegar. Itulah yang menyebabkan entitas ini menyatu di Otaq Aiq Bumbang.
Ritual di Otaq Aiq Bumbang dimaksudkan agar masyarakat damai sepanjang masa. Ajaibnya, meminum dan mandi dari mata aik ini diyakini mampu menyembuhkan.
Ratusan orang berkumpul untuk menggelar Roah Sukur Siu. Dilakukan sebagai bentuk syukur kolektif atas segala limpahan nikmat yang diberikan Tuhan.
"Roah" bermakna selamatan dan berzikir. "Sukur Siu" melambangkan rasa terima kasih yang tak terhingga untuk menggambarkan nikmat Yang Kuasa.
Acara gawe ini adalah perayaan syukur atas mata aik, yang senantiasa mencukupi kebutuhan masyarakat sekitar, bahkan di musim kemarau.
Gending lokal yang sangat jarang diperdengarkan ini dimainkan pada hajatan dengan formasi unik: penabuh lain duduk bersila, namun penabuh gendang berdiri.
"Asli kreasi Gendang Beleq Rangkai Emas Gadang Bumbang. Gending yang turun temurun dimainkan, sang gending legendaris."
Niki amak ngenon toak
lak baon gumi Lombok
Kebudayaan di kawasan ini adalah warisan leluhur yang terus hidup dalam setiap tradisi, lantunan gending, dan tetes mata aik Bumbang.
KKN Universitas Mataram
Keindahan Asli Alam Bumbang